Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Pondok Pesantren Walisongo menggelar kegiatan Pengajian Song-Song Ramadhan pada tanggal 14 Februari 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh para santri, dewan guru, wali santri, serta masyarakat sekitar yang antusias menyambut bulan penuh berkah dengan penuh kebahagiaan dan harapan.
Pengajian ini menghadirkan ulama kharismatik dari Purworejo, KH. Achmad Chalwani, yang dikenal dengan gaya ceramahnya yang lugas, mendalam, dan menyentuh hati. Sejak awal acara, suasana telah terasa khidmat. Para jamaah menyimak dengan penuh perhatian setiap nasihat yang disampaikan.
Dalam tausiyahnya, KH. Achmad Chalwani menyampaikan sebuah pesan yang menggugah hati: “Barang siapa menampakkan kegembiraan menjelang Ramadhan, maka akan diharamkan dari api neraka.” Beliau mengajak seluruh jamaah untuk menampakkan kebahagiaan dalam menyambut Ramadhan. Kebahagiaan tersebut bukan sekadar ekspresi lahiriah, tetapi wujud rasa syukur karena kembali dipertemukan dengan bulan yang penuh ampunan, rahmat, dan keberkahan.
Beliau menegaskan bahwa Ramadhan adalah tamu agung yang harus disambut dengan persiapan terbaik. Kegembiraan menyambut Ramadhan menjadi tanda keimanan dan kecintaan seorang hamba kepada Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam hendaknya mempersiapkan diri dengan memperbaiki niat, memperbanyak istighfar, serta menata hati agar siap menjalani ibadah dengan maksimal.
Selain itu, dalam ceramahnya beliau juga menjelaskan tentang makna mendalam dari lima Rukun Islam. Dengan bahasa yang sederhana namun sarat makna, beliau mengibaratkan Rukun Islam sebagai sebuah bangunan yang kokoh. Syahadat merupakan pondasinya, karena menjadi dasar utama keimanan seseorang. Tanpa pondasi yang kuat, bangunan tidak akan berdiri tegak.
Sholat diibaratkan sebagai tiangnya. Tiang adalah penyangga utama bangunan, sebagaimana sholat menjadi penopang agama. Jika sholat ditegakkan dengan baik, maka kehidupan seorang Muslim akan tertata dengan baik pula.
Zakat diibaratkan sebagai pintu dan jendelanya. Melalui zakat, seorang Muslim membuka ruang kepedulian sosial, berbagi dengan sesama, serta membersihkan harta dan jiwa. Puasa diibaratkan sebagai pagar dan temboknya, yang berfungsi menjaga dan melindungi bangunan dari gangguan. Puasa melatih pengendalian diri, menjaga hati, serta membentengi diri dari perbuatan maksiat.
Adapun haji diibaratkan sebagai atapnya. Atap menjadi penyempurna dan pelindung bangunan secara keseluruhan. Ibadah haji menyempurnakan rukun Islam bagi yang mampu, sekaligus menjadi simbol puncak penghambaan kepada Allah SWT.
Pengajian Song-Song Ramadhan ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh jamaah untuk semakin memahami esensi ajaran Islam dan mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan penuh suka cita. Semangat kebersamaan dan kekhidmatan yang terbangun dalam acara ini diharapkan mampu menjadi bekal spiritual dalam menjalani bulan suci yang penuh keberkahan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pondok Pesantren Walisongo kembali menegaskan perannya sebagai pusat pembinaan keagamaan yang aktif menghadirkan program-program inspiratif bagi santri dan masyarakat. Semoga Ramadhan 1447 H menjadi Ramadhan terbaik bagi kita semua, penuh ampunan, keberkahan, dan perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa.